untuk mu..
sesuatu yang tidak bisa aku ungkpakan sekarang, ini adalah penjelasan tentang bagaimna aku menggap hadirmu.
suatu hari itu mungkin sudah takdirnya yang maha kuasa, ketika kita dipertemukan dalam satu tempat, sejak awal tidak ada apapun yang lebih dari sekedar hubungan sebagai rekan, entah bermulai dari kejadian yang mana aku mulai nyaman bersamamu, bersamamu aku percayakan segalanya, keprcayaan yang sulit kuberikan kepada lawan jenis, bersamamu kurasakan desir dalam hati yang begitu kuat, bersamamu akhirnya kurasakan perasaan itu, namun ketika aku tau kenyataan itu,kenyataan dimana kamu tidak sendiri lagi, kenyataan bahwa hatimu sudah ada yang memiliki dan aku dimata mu tak lebih dari sebatas rekan.
bagimu aku adalah rekan namun bagiku kamu telah menempati ruang kosong dalam hatiku dan kamu tinggal disana, aku paham betul kamu telah dimiliki makadari itu bahkan sampai hari ini aku tak pernah berani mengungkap meskipun aku tau jika kamu telah mengetahui apa yang aku rasakan, tapi sungguh aku tak berniat merebut siapa pun, tak berniat memilikimu ... sungguh
sejak awal aku paham posisi ku dan tidak ada niat itu sedikitpun namun yang aku ingin kamu tau aku benar tulus pada perasaan ku, kebersaamaan yang cukup intens itu sungguh aku sudah paham kau telah dimiliiki namun aku tetap begitu aku tulus pada bagianku dan tanpa mengharap apapun , namun kecewa terbesar ku ketika megetahui kamu menggap hanya angin lalu, lalu kenapa begitu, kamu tau aku begitu naif kamu tau aku adalah anak kecil yang tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun kamu tau aku adalah seseorang yang tidak mampu mengenal cinta dengan baik yang tidak mampu menafsirkan sikap dengan baik hingga aku salah paham dengan semua pehatian-perhatian mu dan aku terjebak pdaa keadaan itu.
keadaan ku sekarang tanpa menyalahimu perasaaan ku tidak membencimu namun kecewa ku ckup terasa ketika aku tau itu hanya ilusi, sudahlah kalimat yang ku tegaskan disini adalah aku tidak memintamu menjaadi pendampingku mencintaiku, tidak .
kuanggap kemarin adalah pelajaran berharga terhadap perbedaan antara atensi-atensi mu dengan perasaan yang tulus sebenarnya. berat untuk menutupi ini terlihat baikbaik saja dan menggap tidak ada apa apa makadaritu jangan membuat aku bingung lagi krna aku belum ckup dewasa menyikapi sikap mu yang abu-abu.
terimakasih kamu terus ada disini lekat dengan kenangan ku, ku tulis tentang mu agar semua berbekas tersimpan rapi bahwa kamu adaalah yang pertama membuat aku mempercayakan diriku bersamamu, meskipun kamu tak pernah termiliki.....