Jumat, 15 Desember 2017

12 desember 2017

hari itu akhirnya telah aku lewati, namun sebelumnya cukup panjang aku lewati cerita nya, tak pernah aku  berpikir di mampukan Tuhan membantu mu, dengan waktu yang begitu singkat, aku membawa mu ikut bersama merayakan 4 tahun perjalanan di bangku kuliah itu meskipun aku hanya lah seseorang yang hadir 1 tahun di akhir kuliahmu,
dengan berbagai cara dengan kemauan yang kuuat entah darimana aku relakan lari kesana kesini membawa sejumlah tumpukan dokumen, dimarahi kembali bolak balik dengan kondisi yang sudah cukup letih, entah dari mana kekuatan itu, mungkin ini perasaan yang lebih ahh enntahlah tapi entah bagaimana aku benar benar ingin mewujudkan keajabian itu aku ingin sekedar mengambil gambar bersamamu dengan baju kebesaran yang kita tau itu di perjuangakan selama 4 tahun ini.
bahkan tepat pada malam itu aku kembali memilih di samping mu, dengan hujan yang tak kuperdulikan, dengan hawa dingin yang menusuk dengan baju yang basah terguyur hujan senja kala tu, dengan badan yang sudah sangat letih, namun semua mengalahkan inginku hanya untuk sekedar melihat mu menggunakan pakaian itu.
aku cukup senang melihatnya sungguhh malam itu akhirnya keinginanku dimampukan keadaan, aku bisa melihat mu malam itu dengan pakaian yang 3 hari menguras tenaga ku, betapa bangga nya pasti orang tua mu yang jauh disana serta keluargamu, saama halnya aku yng melihat raut bangga di wajah orang tua ku, hanya saja aku keadaan kita tak sama, aku tau diamdiam kamu simpan raut kecewa mu sedihmu karna kamu tidak seperti kebanyakan yang lainnya yang dengan antusias di temani seluruh keluarga nya.
aku memilih bertahan dengan mu, sampai-sampai inginku unuk sekedar poto bersama tak sempat ku ucap, karna aku tidak saanggup mengucap melihat rautmu.
aku bukan lah siapa-siapa untukmu begitupun kamu untuk ku, namun aku menempatkan mu di tempat berbeda di sudut hatiku.
malam berlalu begitu dingin tak banyak yang kami bicarakan hingga sampai berpisah di sudut rumahku.
keesokan harinya..
menurut ku ini lah puncak dari makna kebekuan malam itu, menurutku inilah jawab nya, jawab yang bisa diberikan dan harus aku terima, dia bilang mengkhawatirkan aku, aku tidak mengerti khawatir untuk apa, bukan aku bukannya tak mau mnegerti tapi aku sengaja tak ingin tau karna itu akan meulukaiku dan aku tak ingin terlihat kecewa di depanmu aku takut tak sanggup menyeka air mata.
setelah kupikirkan aku paham maksud khawtir mu dan aku cukup sedih untuk itu, tapi kamu tau aku hanya bisa diam dan berusaha baik-baik saja.
terakhir katakata mu adalah trimksih maaf dan aku pamit enth dtujukan untuk apa menurut ku inilah ketegasana yang bisa kau berikan padaku,
aku kehilangan kata-kata untuk menanggapi mu, seketika bibirku kelu ,hingga sampai diujung statsiun tujuanku, aku berbalik badan tak mampu menoleh lagi, aku takut air mata tak bisa ku bendung lagi, dan benar saja pecah tak bisa kubendung lagi seiring kereta itu membawa mu pergi. kamu pergi tapi aku belum mampu menyampaikan kalimat-kalimatku,
semua tertahan dan menyesakkan.
masih terasa hingga sekarang..kenapa aku suilt meelpas sesaknya.