Rabu, 18 September 2019

pada hari diman akan aku lihat bahagia mu bersama dia, saling mengikat janji setia di hadapan sang maha cinta, saat itu jelas semua harap ingin harus di lupakan sejalan teriring nya doa hanya untuk kebahagiaan mu.
ku tau perkara jodoh dan maut sudah jelas ditentukan oleh sang pemilik kehidupan dan seharusnya ku terima saja tanpa mengeluh namun ternyata aku masih saja meneteskan air mata
aku coba jalani hidup yang seharusnya aku jalani tanpa keluh meskipun bayang mu pekat menyakiti ku
bukan kamu yang meyakiti harap yang kubangun lah yang menyakiti hatiku
Tuhan jika jalan yang kau takdirkan untuk aku lalui serumit ini namun bila itu dapat melebarkan keikhlasan ku, berikan aku kemampuan melewatinya

Jumat, 13 September 2019

masih ingatkah tahun 2017 lalu, 2 tahu berlalu dan aku masih menyukai orang yang sama
meskipun taukah dia sudah temukan wanita yang insyaalloh baik untuk hidupnya yang kan melengkapi langkahnya dan hari-harinya..
aku ditinggal, iya ditinggal harapan yang seharusnya tidak ada kadang kala aku berpikir Tuhan, mengaapa kau pertemukan aku dengan dia, dia yang akhrinya memberikan luka yang belum bisa kuatasi
hingga saat ini aku menunggu masih menunggu luka itu lebur perasaan ini hilang taukah rasanya mencintai sekaligus kecewa,
tauhkah ? bahwa mencintai seperti ini membuat lelah.
kuputuskan melupakan karena memang harusnya begitu cepat atau lambat rasa ku sama saja, begitu menyesakkan hingga aku tidak tau lagi terkaadang  harus bahagia, sedih kecewa, aku belum bisa menghadapi dia....