aku lahir pada tanggal 17 oktober 1994 dari keluarga kecil dan sederhana. begitu asing mengenal nama ku Min sururi anfusina? apa itu apa artinya kenapa namanya seperti itu, apa tidak ada nama lain yang lebih baik, bagaimna orang tua bisa memberi nama tersebut, nama itu seperti pembukaan di doa, nama yang unik .. begitu kira kira opini mereka yang mendengar nama ku. yang sampai sekarang terus kucoba pahami makna apa , kenapa namaku begitu , apa harapan yang dimunculkan orang tua ku hingga memberikan nama tersebut. arti pasti yang sampai sekarang aku belum mengetahui nya..
cerita ini bukan hanya tentang nama ku tapi bagaimana kisah yang aku lewati sampai sekarang, aku ingin menulis semuanya menjadi satu bagian kenangan.
sejak kecil begitu banyak yang aku alami. bapaku yang bekerja serabutan tanpa penghasilan yang tetap .dan ibu ku yang hanya seorang ibu rumah tangga , kehidupan kami yang sederhana bahkan akrab dengan apa itu kekurangan tapi mereka terus berusaaha dam mmebesarkan aku sampai hari ini.
masa kecil itu, aku merasakan bagaimana sulitnya . menginginkan sesuatu tapi aku bisa apa dengan keterbatasan yang kami miliki, ketika semua orang bisa membeli segala yang mereka inginkan aku hanya terpaku diam menahan segala ingin ku. aku hanya menginagt beberapa kejadian yang membuat ku selalu mengingat apa itu arti bersyukur , dulu ketika semua sodara yang sebaya dengan ku membeli jajanan permen coklat kacamata yang sedang popoler pada masa nya, dengan harga 500 perak namun aku tidak mamppu membeli nya ku utarakan keinginan ku pada mama lalu mama mencari koin koin yang dia dapatkan dari tempat yang penuh minyak, yang bias disebut tempat kerokan, dengan uang yang aku terima dari mama aku membeli permen tersebut dan ibu warung mengatakan padaku , "kenapa koin nya berminyak , bekas kerokan yah, aku hanya diam dengan tampang aga sinis ibu warung memberikan permen yang aku inginkan , oh saat itu aku merasa betapa sulitnya hanya ingin mendpatakan makanan itu, aku tau mama terkadang di dalam kamar dan di dalam tidurnya dia menangis diam - diam ,,aku tau mama ingin sekali memmnuhi permintaan permintaan kecilku tapi apa daya tidak ada yang mama punya saat itu. untuk makan saja sudah sangat pas pas an, aku tau bapa berusaha semampunya untuk terus membagiakan kami, memenuh segala kebutuhan segaala pekerjaan dia lakukan dari supir, kuli bangunan, dan pekerjaan lainnya hanya untuk menghidupi kami, tidak pernah aku lihat raut lelah dalam wajahnya, tidak ada keluh kesah yang aku dengar mereka selalu berusaha memberikan dan memenuhi segala kebutuhan ku,saat itu walaupun banyak yang tidak aku pahami tapi apa yag aku lihat masih bisa aku ingat sampai sekarang , melihat merkea teman tmean sepupu ku yang lebih mudah mendaaptakan apa yang merkea mau ,bahkan ketika lebaran tiba aku tau mama tidak penrah memikirkan dirinya dia hanya memikirkan dan memberikan baju untuk aku agar bisa sama dengan teman teman yang lain. dengan membantu berjualan gorengan setiap hari dan juga selama bulan ramadhan . aku ingat hadiah pertama yang begitu aku ingini boneka beruang warna silver , boneka yang sangat aku ingini ketika semua teman - teman ku memilikinya , dulu semasa kecil aku paling sering langganan ke klinik , karna ingin bonek tersebut aku ingat aku sampai sakit karna begitu ingin dan bapa aku tau uang yang dia punya tak seberapa tapi ia membelinya untuk ku. aku begitu iri melihat mereka yang mudah nya mendapatkan apa yang mereka ingini tapi aku lebih bersyukur karna orang tua ku dengan segla kertbatsan selalu berusaha memberikan yang terbaik untukku, tak pernah aku tau betapa lelahnya mereka , hingga aku masuk ke sekolah dasar...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar