Kamis, 31 Mei 2018

Siklus Pendaptan (Penjualan dan penerimaan Kas) Implementasi pada PT. Rayas



SISTEM INFORMASI DAN PENGENDALIAN INTERNAL
(SI – PI)


Siklus Pendapatan Penjualan dan penerimaan kas Sistem informasi
Implementasi pada PT. Rayas Triputra Sejati















Dosen :
Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA


Dibuat oleh :
Min Sururi Anfusina
(55517120053)
A. Pengertian Siklus pendapatan
Siklus Pendapatan adalah pertukaran langsung dari produk akhir dan jasa menjadi kas dalam satu kali transaksi antara penjual dan pembeli. Jadi, suatu rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berulang dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan-penjualan tersebut. (Heni 2014)
Siklus pendapatan adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berlangsung dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan tersebut. Tujuan utama siklus pendapatan adalah menyediakan produk yang tepat di tempat dan waktu yang tepat dengan harga yang sesuai, (Krismiaji 2002) dalam (Nur fakhrur 2012)
Romney dan Steinbart (2012:702) dalam Grace et al (2016) menjelaskan bahwa siklus pendapatan (Revenue Cycle) is the recurring set of business activitis and data processing operations associated with providing goods and services to customers and collecting cash in payment for those sales.
B. Tujuan siklus pendapatan :
1.      Mencatat order penjualan dengan cepat & akurat.
  1. Memeriksa kelayakan kredit pelanggan.
  2. Mengirimkan produk atau jasa sesuai hari yang ditentukan.
  3. Melakukan penagihan dengan tepat waktu dan akurat.
  4. Mencatat dan mengklasifikasikan penerimaan kas dengan cepat dan akurat.
  5. Posting penjualan dan penerimaan kas pada buku pembantu piutang yang sesuai.
  6. Mengamankan produk sampai barang dikirim
  7. Mengamankan kas sampai didepositokan.
C. Fungsi yang Terkait dengan Siklus Pendapatan
Adapun fungsi yang terkait dengan akuntansi penerimaan kas menurut Arens et al (2011;525) dalam Gracia et al (2016) yaitu :
1.      Fungsi pemberian kredit
2.      Fungsi pengiriman barang
3.      Fungsi penagihan pelanggan dan pencatatan penjualan
4.      Fungsi pemrosesan dan pencatatan penerimaan kas
5.      Fungsi pemrosesan dan pencatatan retur penjualan dan pengurangan harga
6.      Fungsi penghapusan piutang tak tertagih
7.      Fungsi pemrosesan pesanan pelanggan
8.      Fungsi pembebanan piutang tak tertagih

D. Dokumen-dokumen yang digunakan dalam Siklus Pendapatan
Menurut Gracia et al (2016) ada Dua macam dokumen yang digunakan dalam siklus pendapatan yaitu Dokumen Sumber (Source Document), yang digunakan sebagai dasar pencatatan ke dalam jurnal atau buku pembantu, dan Dokumen Pendukung (Supporting Document) yang melampiri dokumen sumber sebagai bukti sah nya transaksi yang direkam dalam dokumen sumber. Surat order pengiriman merupakan dokumen penting untuk memproses penjualan kredit kepada pembeli, berbagai tembusan surat order pengiriman terdiri dari dokumen sebagai berikut:
1.      Surat order pengiriman
2.      Tembusan kredit (credit copy)
3.      Surat pengakuan (acknowledgement copy)
4.      Surat muat (bill of lading)
5.      Slip pembungkus (packing slip)
6.      Tembusan gudang (werehouse copy)
7.      Arsip pengawasan pengiriman (sales order follow-up copy)
8.      Arsip indek silang (cross-index file copy)
Faktur penjualan merupakan dokumen yang dipakai sebagai dasar untuk mencatat timbulnya piutang. Dalam transaksi penjualan tunai, dokumen–dokumen yang digunakan adalah sebagai berikut:
1.      Faktur penjualan tunai
2.       Pita register kas
3.      Bukti setor bank
Dokumen-dokumen yang digunakan dalam transaksi retur penjualan adalah:
1.Memo kredit
2.Laporan penerimaan kas
E. Penerimaan Kas
Penerimaan Kas adalah sebuah prosedur penerimaan kas masuk baik dalam bentuk uang tunai, cek atau giro dan kliring untuk tagihan-tagihan yang dikirimkan kepada customer yang diakibatkan dari penjualan kredit atau tunai . .
F. Prosedur Penerimaan Kas
1. Prosedur Pencatatan nilai penjualan
2. Prosedur penerimaan kas dalam bentuk cek/giro/kliring.
3. mengecek nominal penerimaan dengan nilai outstanding tagihan
4. prosedur pecatatan jurnal penerimaan kas

G. Siklus Pendapatan PT. Rayas Triputra Sejati
Semakin berkembang pesat tekhnologi informasi, menuntut perusahaan untuk melakukan pembaharuan dan perbaikan sistem dalam menjalankan kegiatan operasional perusahaan, dari sistem sederhana dengan bantuan software excel diubah dengan perbantuan sebuah software akuntansi accurate yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, sehingga memudahkan perusahaan salah satunya dalam menjalankan siklus pendapatan.
Menurut Romney dan Steinbart (2012) dalam Soeryaatmadja et al (2015) siklus pendapatan terdiri dari empat aktivitas utama yaitu:
1.      Sales order entry atau pemesanan produk dan jasa oleh konsumen
a.       mengambil pesanan pelanggan
b.      Persetujuan kredit
c.       Memeriksa ketersediaan persediaan
d.      Menjawab permintaan pelanggan
2.      Shipping atau pengiriman produk
a.       Ambil dan pak pesanan
b.      Kirim pesanan
3.      Billing atau penagihan
a.       Penagihan
b.      Pemeliharaan data piutang usaha
c.       Pengecualian : Penyesuaian rekening dan penghapusn
4.      Cash Collections atau penerimaan uang
a.       Mengontrol Kas Masuk
b.      Mencatat penerimaan kas dalam Voucher  penerimaan kas
H. Bagian Terkait dalam Siklus Pendapatan
1.      Sales
Bagian Penjualan adalah tombak dari perusahaan, karna melalui bagian sales penjaringan customer menjadi tanggung jawabnya, bagaimana mengenalkan produk, menawarkan harga yang bersaing, memberikan pelayanan prima kepada customer. Bagian sales membuat sales quotation dan menerima sales order kemudian mencatat penerimaan detail pesanan barang customer.
2.      Gudang
Bagian gudang memiliki tanggung jawab untuk mengotorisasi pengeluaran barang atas sales order yang telah diterima, jika barang pesanan telah tersedia maka, dilanjutkan proses keluar barang dari gudang, dengan form yang diketahui gudang dan admin
3.      Admin
Bagian Admin memiliki tugas untuk menyiapkan seluruh dokumen terkait pengeluaran barang dengan form pengeluaran barang yang telah dikelarkan bagian gudang, kemudian admin membuat form delivery order, invoice dan fakur pajak yang akan dikirimkan bersama dengan barang.
4.      Keuangan/Akunting
Bagian keuangan memiliki peran untuk menandatangani dan mencatat seluruh tagihan yang akan dikirmkan kepada customer dan berkewaiban memantau pembayaran customer atas tagihan-tagihan yang outstanding, mengecek mutasi kas masuk kemudian mencatatnya kedalam penerimaan Kas.

I. Dokumen yang berkaitan dengan transaksi siklus pendapatan adalah sebagai berikut:
a.       Sales Quotation
b.      Sales order
c.       Fom pengeluaran barang
d.      Delivery order
e.       Invoice
f.       Faktur pajak
g.      Voucher penerimaan Kas
Catatan yang digunakan dalam Siklus Pendapatan
1.      Jurnal Penjualan
Pada jurnal penjulan terdapat catatan atas penjualan barang, deksripsi barang dan harga per item serta grand total tagihan
2.      Jurnal Penerimaan Kas
Pada jurnal penerimaan kas terdapat catatan atas jumlah kas diterima dari setiap transaksi pembayaran dari customer
3.      Jurnal Umum
Pada jurnal umum terdapat catatan atas harga pokok penjulan dan retur penjualan jika ada pengembalian barang yang tidak sesuai dengan yang diinginkan customer, atau barang diketahui terdapat cacat
4.      Buku Besar pembantu piuatang
Merupakan catatan bantuan atas jumlah piutang masing-masing customer untuk membantu pengendalian atas jumlah piutang yang beredar agar lebih mudah melihat customer yang sudah memasuki masa jatuh tempo dan mengontrol jumlah outsatnding piutang yang nantinya akan berguna dalam penilaian kelayakan sebuah customer untuk menerima kredit atau tidak.
5.      Kartu Stok Persediaan
Kartu stok berisi catatan atas barang masuk, keluar dan saldo akhir, kartu stok membantu untuk mengontrol arus keluar masuk barang dan memudahkan dalam melaksanakan stock opname dan mengetahui inventory turn over serta memutuskan untuk menjaga stok aman sebuah barang yang paling dibutuhkan customer agar selalu siap di gudang.

J. Prosedur Kerja dalam Proses Pendapatan
1. Prosedur Penjualan Tunai :
Bagian Penjualan (sales) :
a. Adanya surat permintaan (order) dari calon pembeli,
b. Negosiasi harga dengan mengirimkan quotation,
c. Menerima pesanan pembelian (PO) dari customer,
d. Konfirmasi ke bagian gudang untuk memeriksa persediaan barang dagang,
e. Jika tersedia, maka mengajukan pengeluaran barang persediaan ke bagian gudang. Jika tidak tersedia, konfirmasi ke bagian pembelian untuk order barang.
Bagian Persediaan/ Gudang :
a.Menerima pengajuan pengeluaran barang dari bagian penjualan,
b. Periksa dan cek barang persediaan
c. Jika tersedia, buatkan tanda terima barang keluar,
d. Catat dalam kartu stok dan buku persediaan,
e. Jika tidak tersedia, konfirmasi ke bagian pembelian barang untuk melakukan order barang.
Bagian Pengiriman :
a. Menyiapkan barang untuk dikirim kepada pembeli,
b. Periksa dan cek surat jalan, invoice/faktur, PO customer dengan barang yang akan dikirim,
c. Hitung dan periksa uang tunai yang dibayarkan oleh customer dengan teliti, kemudian serahkan ke bagian kasir,
d. Kirimkan barang yang dijual dengan cepat dan tepat kepada konsumen.
Bagian Kasir/Accounting :
a. Membuat surat jalan, invoice/faktur/faktur pajak sesuai PO customer,
b. Hitung dan periksa uang tunai yang dibayarkan oleh customer,
c. Catat dalam jurnal penerimaan kas,
d. Arsip bukti transaksi dan catat dalam buku penjualan.
2. Prosedur Penjualan Kredit :
Bagian Penjualan (Sales) :
a. Adanya surat permintaan (order) dari pembeli,
b. Negosiasi dan perjanjian kredit dibuktikan dengan notulen
c. Aplikasi kredit dibuat oleh calon pembeli,
d. Memeriksa aplikasi kredit, dan meminta persetujuan direktur,
e. Jika disetujui, customer mengirimkan surat pesanan pembelian (PO),
f. Konfirmasi ke bagian gudang untuk memeriksa persediaan barang dagang,
g. Jika tersedia, maka mengajukan pengeluaran barang persediaan ke bagian gudang. Jika tidak tersedia, konfirmasi ke bagian pembelian untuk order barang.
Bagian Persediaan :
a. Menerima pengajuan pengeluaran barang dari bagian penjualan,
b. Periksa dan cek barang persediaan,
c. Jika tersedia, buatkan tanda terima barang keluar,
d. Catat dalam kartu stok dan buku persediaan,
e. Jika tidak tersedia, konfirmasi ke bagian pembelian barang untuk melakukan order barang.
Bagian Pengiriman :
a. Menyiapkan barang untuk dikirim kepada pembeli,
b. Periksa dan cek surat jalan, invoice/faktur, PO customer dengan barang yang akan dikirim,
c. Hitung dan periksa uang tunai yang dibayarkan oleh customer dengan teliti, kemudian serahkan ke bagian kasir,
d. Kirimkan barang yang dijual dengan cepat dan tepat kepada konsumen.
Bagian Kasir/Accounting :
a. Membuat surat jalan, invoice/faktur/faktur pajak sesuai PO customer,
b. Membuat dan menyerahkan dokumen penagihan (surat jalan asli, faktur/faktur pajak, copy PO) ke customer,
c. Menerima dan mengarsip tanda terima dokumen penagihan.
d. Mencatat transaksi dalam jurnal piutang dagang,
e. Arsip transaksi dan catat dalam buku piutang dagang,
f. Konfirmasi ke customer jika piutang sudah jatuh tempo,
g. Cek dan periksa bukti transfer dengan buku rekening jika sudah ada konfirmasi pembayaran piutang dari customer,
g. Konfirmasi ke customer jika pembayaran sudah diterima dengan benar.

Sumber :
Soeryaatmadja, Michelle dan Paulina Permatasari.2015 “ Pengendalian Internal Siklus Pendapatan dan Bisnis Situs Online Situs BB.Com, Jurnal Volume 19- Nomor 1 2015 Universitas Katolik Parahyangan (diakses 18 Mei jam 14:00)
Heni Hendarti, Modul, sis.binus.ac.id/2014/05/09/sistem-informasi-akuntansi-siklus-pendapatan/ (diakses 18 Mei jam 14:20)
Nur Fakhrur Razy “Analisa Pengendalian Internal Atas siklus Pendapatan Jasa (studi kasus Pada Hotel Montana Griyadi Malang.2012 (diakses 17 Mei 2018 jam 21:30)
Gracia, M.D Manopo, Grace B.Nangoi, Victoria Z.Tiyaroh.2016 “Evaluasi Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Atas Siklus Pendapatan Pada PT.PLN (Persero Area Manado) Jurnal Universitas Sam Ratulangi Manado, ISSN 2303 -1174 Vol.4 no1 Maret 2016 Hal 826-836.(diakses Tanggal 17 Mei 2018 jam 22:00)



Minggu, 27 Mei 2018

Siklus Pengeluaran (Pembelian dan Pembayaran Kas) Implementasi Pada PT. Rayas Triputra Sejati


SISTEM INFORMASI DAN PENGENDALIAN INTERNAL
(SI – PI)


Siklus Pengeluaran (Pembelian dan Pembayaran Kas)
Implementasi Pada PT. Rayas Triputra Sejati














Dosen :
Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA


Dibuat oleh :
Min Sururi Anfusina
(55517120053)


A.    Siklus Pengeluaran

Siklus pengeluaran merupakan aktivitas yang berhubungan dengan pengeluaran untuk keperluan pembayaran barang atau jasa yang digunakan untuk operasional perusahaan (Mardi, 2011 : 88) dalam (Lilik, 2012)
Menurut Lilik (2012) Siklus pengeluaran merupakan serangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pengolahan data yang berhubungan dengan pembelian dan pembayaran atas barang dan jasa yang dibeli.
Siklus pengeluaran Menurut Romney dan Stainbert (2006:75) dalam Fajar (2013) adalah rangkaian kegiatan bisnis dan operasional pemrosesan data terkait yang berhubungan dengan pembelian serta pembayaran barang dan jasa.
Bodnar dan Hopwood (2006:9) dalam Meilinasari (2012), Siklus pengeluaran merupakan kejadian yang terkait dengan perolehan barang dan jasa dari entitas lain serta pelunasan kewajiban terkait dengan perolehan barang dan jasa tersebut.
Siklus pengeluaran adalah serangkaian aktivitas bisnis yang terkait  dengan pengeluaran atas pembayaran pembelian barang dan jasa yang berhubungan dengan kegiatan operasional perusahaan. Tujuan utama dalam siklus pengeluaran adalah untuk meminimalkan biaya total memperoleh dan memelihara persediaan, perlengkapan, dan berbagai layanan yang dibutuhkan organisasi.

B.     Aktivitas Dasar Siklus Pengeluaran
Menurut romney dan Steinbart (2006) dalam Meilisa (2012) aktivitas siklus pengeluaran terbagi menjadi tiga, yaitu:
1. Pemesanan Barang
Aktivitas utama dalam siklus pengeluaran adalah memesan persediaan dan perlengkapan. Keputusan penting yang dibuat dalam langkah awal ini adalah mengidentifikasikan apa, kapan, dan berapa banyak barang yang akan dibeli, seperti juga mengidentifikasikan dari pemasok mana akan dibeli. Agar tidak terjadi penumpukan atau order barang yang ganda, maka diperlukanlah sebuah sistem pengendalian, berikut merupakn dua metode pengendalian persediaan
Menurut Hapzi (2018) Ada 2 jenis metode pengendalian persediaan atau perlengkapan yaitu:
a.    Metode Pengendalian Tradisional
Metode pengendalian persediaan tradisional ini sering disebut: kuantitas pesanan ekonomis [EOQ]). Pendekatan ini didasarkan pada perhitungan jumlah optimal pesanan untuk meminimalkan jumlah biaya pemesanan, penggudangan dan kekurangan persediaan.
b.      Metode Pengendalian Altenatif
1.      MRP (material requirement planning)
Pendekatan ini bertujuan mengurangi tingkat persediaan yang dibutuhkan dengan cara menjadwalkan produksi, bukan memperkirakan kebutuhan
2.      JIT (just in time) Sistem JIT berusaha untuk meminimalkan, jika bukan
menghilangkan, baik biaya penggudangan maupun kekurangan persediaan.
Perbedaan mendasar antara system JIT dan MRP
2.  Menerima dan Menyimpan barang
Aktivitas bisnis kedua adalah penerimaan dan penyimpanan barang yang dipesan. Bagian penerimaan bertanggung jawab untuk menerima kiriman dari pemasok. Bagian penerimaan mempunyai dua tanggung jawab utama, yaitu: memutuskan apakah akan menerima kiriman dan dan memverifikasi jumlah serta kualitas barang yang dikirim. Keputusan pertama dibuat berdasarkan informasi yang diberikan oleh fungsi pembelian. Keputusan ini sangat penting karena penerimaan barang yang tidak dipesan akan mengakibatkan terbuangnya waktu dan ruang dalam menangani serta menyimpan barang-barang tersebut hingga dapat dikembalikan. Memverfikasi jumlah barang yang dikirim merupakan hal yang penting untuk memastikan bahwa perusahaan hanya membayar barang-barang yang benar-benar diterima dan bahwa catatan persediaan diperbaharui dengan akurat
3. Membayar Barang dan Layanan
Aktivitas utama ketiga dalam siklus pengeluaran adalah menyetujui nota penjualan dari vendor untuk pembayaran, kasir yang bertanggung jawab untuk melakukan pembayaran
C.    Fungsi yang terkait dengan dengan siklus pengeluaran
Adapun Fungsi yang terkait dengan siklus pengeluaran menurut Lilik (2012) adalah sebagai berikut:
1.      Departemen pemesanan barang
2.      Bagian penerimaan barang
3.      Bagian Akuntansi
4.      Bagian Kasir
D.    Dokumen yang digunakan dalam siklus pengeluaran
Dokumen terkait dengan siklus pengeluaran, pembelian dan pembayaran kas adalah sebagai berikut:
1.      Form Permintaan Barang (Purchase requisition)
2.      Penawaran Barang (Quotation)
3.      Purchase order
4.      Delivery order
5.      Form Penerimaan barang
6.      Invoice
7.      Cek / Giro
8.      Voucher

E.     Pencatatan terkait siklus pengeluaran adalah sebagai berikut:
1.      Jurnal pengeluaran Kas
2.      Jurnal Pembelian
3.      Buku besar pembantu Hutang
4.      Buku besar Kas

F. Siklus Pembelian
Siklus Pembelian adalah suatu rangkaian kegiatan atau transaksi terkait pembelian barang dan/jasa yang dapat dilakukan baik secara tunai maupun kredit
berikut adalah alur dan prosedur dari siklus pembelian yang dilakukan di PT. Rayas Triputra Sejati:
1. Pembelian
Pihak Terkait : Bagian pembelian barang, kasir/accounting
Dokumen   : PO dari customer, PO ke supplier, form pengajuan pembelian barang kwitansi, surat jalan, faktur/faktur pajak dari supplier.
Prosedur kerja :
a) Bagian Pembelian Barang :
1.      Menerima surat order (PO) dari customer,
2.      Melakukan survey pasar, mengajukan permintaan penawaran harga,
3.      Menentukan supplier
4.      Membuat permintaan barang dengan mengirimkan PO kepada supplier,
5.      Mengajukan form pengajuan pembelian kepada direktur untuk disetujui,
6.      Formulir diserahkan ke bagian akunting,
7.      Menerima dan mengecek nominal uang sesuai permintaan,
8.      Menerima dan mengecek barang dan dokumen-dokumen dari supplier,
9.      Membayarkan sesuai harga barang,
10.  Mencatat transaksi dalam buku pembelian barang,
11.  Menyerahkan bukti-bukti pembelian barang ke bagian admin untuk di-arsip.






Alur Proses/Flowchart Pembelian

b) Bagian Penerimaan Barang, dan Administrasi
1.      Sesuai dengan PO, Bagian Gudang  memverifikasi kedatangan Barang dari suplier.
2.      Apabila sesuai, maka Laporan Penerimaan Barang dan jasa yang dibuat oleh bagian gudang dan mencatat stok barang ke dalam kartu persediaan barang.
3.      Apabila tidak sesuai maka bagian gudang akan mengkonfirmasikan ke Bagian Pembelian untuk melakukan konfirmasi kepada suplier untuk pengembalian / penukaran barang.
4.      Seluruh dokumen dan laporan penerimaan barang yang diterima oleh bagian gudang, baik berupa PO, Surat Jalan,tagihan dan Faktur pajak diserahkan kebagian pembelian.
5.      Dokumen tersebut di teruskan ke bagian Admin untuk kemudian dicatat seluruh transaksi dalam jurnal pembelian, pada proses ini diinput dengan menggunakan software akuntansi, jika sudah selesai maka seluruh dokumen diserahkan ke akunting untuk dilakukan proses pembayaran



Alur Proses/Flowchart Penerimaan Barang


G. Pengeluaran Kas
Pembayaran kas atau pengeluaran jas adalah sebuah prosedur pengeluaran kas baik dalam bentuk uang tunai, cek atau giro dan kliring untuk seluruh transaksi berkaitan pembelian barang dan jasa yang digunakan dalam kegiatan operasional perusahaan, dalam hal ini mencakup lebih luas untuk seluruh transaksi kas keluar, bukan hanya sekedar pengeluaran uang atas transaksi utama perusahaan sebagai perusahaan dagang yaitu membeli dan menjual barang.
1. Pengeluaran Kas  
Pihak Terkait      : accounting, bagian pembelian, bagian penggajian, dll
Aktifitas              : proses pengeluaran kas baik intern (bayar gaji, pajak, biaya  akomodasi, biaya promosi, biaya pemeliharaan asset, pembelian asset) atau ekstern (beli barang, bayar hutang, bayar bunga pinjaman,)
Dokumen           : Form pengajuan pengeluaran kas
Prosedur kerja     :
a) Dimulai dengan permintaan pengeluaran kas (form pengajuan pengeluaran kas),
b) Persetujuan Direktur,
c) Menghitung dan mengeluarkan kas sesuai nominal permintaan.
d) Mencatat transaksi dalam jurnal pengeluaran kas.
e) Menerima dan mengecek keabsahan bukti transaksi.          
f) Mengarsip dan mencatat dalam buku besar dan buku besar pembantu.
2.  Alur Proses/Flowchart Pembayaran Kas


Sumber:
Romadhano, Fajar. 2013. Analisis Pengendalian Internal Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pengeluaran Kas (Studi kasus pada PT. Dian Mega Kurnia Surabaya) Artikel Ilmiah, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas.2013 (di akses tanggal 23 Mei 2018 jam 14:30)
Susanto, Meilianasari.2012 Perancangan Sistem Informasi Siklus Pendapatan dan Siklus Pengeluaran Pada Apotek Eka Farma, Skripsi, Universitas Kristen Satya Wacana.2012 9diakses tanggal 23 Mei 2018 jam 15:00)
Waidah, Nur Lilik. 2012. Sistem Akuntansi Pengeluaran Kas Pada PT. Star Internasional di Surabaya,Tugas Akhir, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas.2012 (diakses tanggal 23 Mei 2018 jam 14:00)
 Hapzi, Ali. Modul Sistem Informasi dan Pengendalian Internal Siklus pengeluaran, dan Pembayaran Kas SI, Universitas Mercu Buana Jakarta,2018. (diakses tanggal 23 Mei 2018, jam 22:36)
Standar Operasional Prosedur PT Rayas Triputa Sejati (diakses 24 Mei 2018, jam 14:30)