SISTEM INFORMASI
DAN
PENGENDALIAN INTERNAL
(SI
– PI)
Buku Besar dan Siklus
Pelaporan
Implementasi pada PT. Rayas Triputra Sejati

Dosen :
Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA
Dibuat oleh :
Min Sururi Anfusina
(55517120053)
A. Sistem Buku Besar dan siklus pelaporan
Sistem buku
besar
dan
pelaporan memainkan sebuah peran penting
dalam sistem
informasi
akuntansi sebuah perusahaan. Sistem ini merangkum seluruh sistem informasi
akuntansi sebuah perusahaan. Sistem
ini merangkum seluruh transaksi
perusahaan setiap
harinya mulai dari pencatatan produksi, pendapatan, pengeluaran, dan yang lainnya.Sistem buku
besar dan
pelaporan keuangan adalah sistem
yang melakukan pengumpulan data transaksi, mengolah transaksi yang masuk,
menyimpan data transaksi, memelihara
pengendalian akuntansi yang masuk,menghasilkan laporan
keuanagn
dan mengklasifikasikan data transaksi dan akun. Sistem pemrosesan transaksi dalam perusahaan dapat dilakukan secara manual maupun terkomputerisasi. Dua sistem pemrosesan tersebut akan mempengaruhi input, proses,
output manajemen data dan pengendaliannya
B. Bentuk-bentuk buku besar:
1. Bentuk T
2. Bentuk dua Kolom skontro
3. Bentuk tiga kolom saldo tungga
4. Bentuk empat kolom (bentuk saldo rangkap)
C. Fungsi Buku Besar
1. Memberikan informasi mengenai transaksi reguler.
2. Memberikan informasi mengenai aktivitas
3. pembiayaan dan investasi.
4. Memberikan informasi mengenai jumlahAnggaran.
5. Memberikan informasi mengenai ayat jurnal penyesuaian.
D. Tujuan,
Ancaman Dan Prosedur Pengendalian
Tujuan pengendalian dalam sistem buku besar dan pelaporan adalah:
1. Semua pembaruan ke buku besar diotorisasi dengan benar
2. Semua transaksi buku besar yang dicatat,
valid
3. Semua transaksi buku besar yang valid dan diotorisasi, telah dicatat.
4. Semua transaksi buku besar dicatat secara akurat
5. Data buku besar dijaga dari kehilangan atau pencurian Aktivitas
sistem buku besar
dilakukan secara efisien dan efektif
E. Ancaman dalam Buku besar
1. Kesalahan dalam memperbarui buku besar
a) Pemeriksaan validitas Pemeriksaan Field (Format)
b) Pemeriksaan saldo nol c)
Uji kelengkapan
d) Verifikasi closed-loop
e) Membuat file ayat jurnal penyesuaian standar untuk aya
f)
Jurnal penyesuaian yang berulang untuk setiap periode, seperti biaya depresiasi
g) Pemeriksaan tanda dari saldo akun buku besar, saat pembaruan selesai, untuk
memverifikasi saldonya telah benar (debit atau kredit)
h) Menghitung total run-to-run untuk memverifikasi akurasi pemprosesan batch voucher jurnal
2. Akses
tanpa otorisasi ke buku besar
a) Akses tanpa otorisasi ke buku besar dapat mengakibatkan kebocoran data rahasia ke
pesaing atau kerusakan buku besar.oleh karenanya perlu memiliki pengendalian yang
memadai agar dapat mencegah akses
tanpa otorisasi ke buku besar.
b) ID dan pasword pemakai harus
digunakan untuk mengendalikan akses ke buku besar
dan
pemisahan tugas yang benar.
c) Pengendalian atas pembuatan catatan voucher jurnal karena mengotorisasi perubahan saldo akun buku besar.
3. Kehilangan atau kerusakan data buku besar
a) Buku besar merupakan komponen kunci dari sistem informasi akuntansi organisasi.pengendalian cadangan mencakup hal-hal sebagai berikut :
1. Pengunaan label file internal dan eksternal untuk melindungi buku besar yang
terakhir dari kerusakan tanpa disengaja.
2. Pembuatan cadangan buku besar secara rutin paling tidak dua salinan cadangan buku besar harus ada.satu salinan disimpan dilokasi perusahaan satunya disimpan
diluar perusahaan.
F. Empat dasar aktifitas dalam buku besar
1. Perbarui Buku Besar
2. Memasukan Ayat Jurnal Penyesuaian
3. Membuat laporan keuangan
4. Membuat Laporan Manajerial
G. implementasi pada PT rayas pada aktifitas
buku besar adalah sebagai berikut:
1. Perbarui Buku Besar
Pada aktifitas pembaruan buku besar dilakukan oleh bagian accounting, karna pada PT. rayas divisi keuangan hanya diisi satu orang accounting seluruh transaksi dijurnal dan
diposting ke dalam buku besar oleh bagian accounting, namun untuk pencatatan karna sudah menggunakan bantuan software akuntansi maka apda bagian posting
buku besar pada setiap
transaksi harian tidak perlu lagi dilakaukan
karna alur kerja yang dilaksankan hanya perlu
melakukan penjurnalan transaksi maka otomatis transaski harian dari jurnal
tersebut sudah terposting otomatis dalam masing-masing akun yang telah di
klasifikasikan
dari
setiap transaksi. alur kerja yang harus dilakukan
dengan bantuan software tersebut bagian accounting hanya perlu
msuk
dalam menu
cash in
bank, terdapat
pengeluaran
dan
penerimaan uang, dari situlah setiap hari pembaruan buku besar untuk selalu transaski sudah
ter
record bersama dengan jurnal.
2. Memasukan Ayat Jurnal Penyesuain
Kejadian dilakukan ayat jurnal penyesuaian biasanya terjadi pada akhir bulan atau
akhir tahun untuk melihat pengeluaran yang sudah benar-benar terjadi
dan pendapatan yang benar sudah diterima serta kegiatan pada penyesuain penyusutan atau amortisasi aktiva. pada
PT
rayas proses melakukan ayat jurnal penyesuaian cukup dengan menlakukan periode
end pada software maka otomatis untuk penyesuaiaan jumlah
depresiasi atau amortisasi
pada bukan bersangkutan sudah terjunal dan terposting dalam akun buku besar dan karna PT
rayas merupakan PT yang bergerak dibidang importir mesin maka otomatis ada transaksi
yang berhubungan dengan mata uang asing, maka terdapat keuntungan
atau kerugian kurs
didalam nya, untuk itu dalam proses perioed end seluruh selisih setiap akhir bulannya sudah terakumulasi, namun beda hal nya untuk menjurnal pendapatan atau beban yang benar-benar telah terjadi
pada pengakuan pendapatan atau beban yang terjadi
penyesuaian ini biasanya
untuk pencatatan
akrual basic, karna PT rayas pun menggunakan sistem akrual maka
otomatis pada akhir tahun biasanya ada beban atau pendapatan yang harus disesuaikan,
maka dibuat lah jurnal umum
dan kemudian angka tersebut akan otomatis terposting dalam
buku besar masing-masing akun
3. Membuat laporan keuangan
Karena adanya sebuah software akuntansi, pekerjaaan membuat laporan menjadi lebih mudah, karna dari inputan jurnal maka otomatis sebuah laporan keuangan siap untuk
disajikan, laporan dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan, laporan utama yang tersedia
adalah laporann laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan posisi
keuangan dan laporan arus kas.
4. Membuat Laporan Manajerial
Bagian accounting membuat laporan untuk
mengawasi dan mengontrol apakah angka pada inputan
tersebut sudah benar dengan data pendukung lain yang dimiliki, data pendukung lain itu dapat berisi (invoice, voucher, Memo) . Laporan tersebut digunakan
untuk memverifikasi akurasi proses input ke buku besar, misal pada laporan laba rugi
pada
akun penjualan untuk mengecek benar
atau tidak nya
jumlah maka di kroscek melalui jumlah pada faktur pajak dan invoice yang sudah dikeluarkan.
Laporan manajerial juga
berisi laporan-laporan lain yang berkenaan
dengan
penjualan detail masing-masing
customer, analisis penjualan dan detail pembelian.
Sumber :
https://id.scribd.com/document/349373737/Siklus-Pelaporan-Dan-Buku-Besar
(diakses rabu 27 juni 2018 jam 21:05 WIB
2018 jam 21:33 WIB)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar