Senin, 02 Juli 2018

Buku Besar dan Siklus Pelaporan Implementasi pada PT. Rayas Triputra Sejati


SISTEM INFORMASI DAN PENGENDALIAN INTERNAL (SI PI)



Buku Besar dan Siklus Pelaporan

Implementasi pada PT. Rayas Triputra Sejati




















Dosen :
Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA



Dibuat oleh :
Min Sururi Anfusina
(55517120053)

A. Sistem Buku Besar dan siklus pelaporan

Sistem  buku  besar  dan  pelaporan  memainkan  sebuah  peran  penting  dalam  sistem informasi akuntansi sebuah perusahaan. Sistem ini merangkum seluruh sistem informasi akuntansi  sebuah  perusahaan.  Sistem  ini  merangkum  seluruh  transaksi  perusahaan  setiap harinya mulai dari pencatatan produksi, pendapatan, pengeluaran, dan yang  lainnya.Sistem buku  besar  dan  pelaporan  keuangan  adalah  sistem  yang  melakukan  pengumpulan  data transaksi,   mengolah   transaksi   yang   masuk,   menyimpan   data   transaksi,   memelihara pengendalian akuntansi yang masuk,menghasilkan laporan keuanagn dan mengklasifikasikan data transaksi dan akun. Sistem pemrosesan transaksi dalam perusahaan dapat dilakukan secara manual maupun terkomputerisasi. Dua sistem pemrosesan tersebut akan mempengaruhi input, proses, output manajemen data dan pengendaliannya

B. Bentuk-bentuk buku besar:

1.   Bentuk T
2.   Bentuk dua Kolom skontro
3.   Bentuk tiga kolom saldo tungga
4.   Bentuk empat kolom (bentuk saldo rangkap)


C.  Fungsi Buku Besar
1.   Memberikan informasi mengenai transaksi reguler.
2.   Memberikan informasi mengenai aktivitas
3.   pembiayaan dan investasi.
4.   Memberikan informasi mengenai jumlahAnggaran.
5.   Memberikan informasi mengenai ayat  jurnal penyesuaian.
D.  Tujuan, Ancaman Dan Prosedur Pengendalian
Tujuan pengendalian dalam sistem buku besar dan pelaporan adalah:
1.   Semua pembaruan ke buku besar diotorisasi dengan benar
2.   Semua transaksi buku besar yang dicatat, valid
3.   Semua transaksi buku besar yang valid dan diotorisasi, telah dicatat.
4.   Semua transaksi buku besar dicatat secara akurat
5.   Data buku besar dijaga dari kehilangan atau pencurian Aktivitas sistem buku besar dilakukan secara efisien dan efektif


E.  Ancaman dalam Buku besar
1.   Kesalahan dalam memperbarui buku besar
a)  Pemeriksaan validitas  Pemeriksaan Field (Format)
b)  Pemeriksaan saldo nol c)  Uji kelengkapan
d)  Verifikasi closed-loop
e)  Membuat file ayat jurnal penyesuaian standar untuk aya

f)    Jurnal penyesuaian yang berulang untuk setiap periode, seperti biaya depresiasi g)  Pemeriksaan tanda dari saldo akun buku besar, saat pembaruan selesai, untuk
memverifikasi saldonya telah benar (debit atau kredit)
h)  Menghitung total run-to-run untuk memverifikasi akurasi pemprosesan batch voucher jurnal
2.   Akses tanpa otorisasi ke buku besar
a)  Akses tanpa otorisasi ke buku besar dapat mengakibatkan kebocoran data rahasia ke pesaing atau kerusakan buku besar.oleh karenanya perlu memiliki pengendalian yang memadai agar dapat mencegah akses tanpa otorisasi ke buku besar.
b)  ID dan pasword pemakai harus digunakan untuk mengendalikan akses ke buku besar dan pemisahan tugas yang benar.
c)  Pengendalian atas pembuatan catatan voucher  jurnal karena mengotorisasi perubahan saldo akun buku besar.


3.   Kehilangan atau kerusakan data buku besar
a)  Buku besar merupakan komponen kunci dari sistem informasi akuntansi organisasi.pengendalian cadangan mencakup hal-hal sebagai berikut :
1.   Pengunaan label file internal dan eksternal untuk melindungi buku besar yang terakhir dari kerusakan tanpa disengaja.
2.   Pembuatan cadangan buku besar secara rutin paling tidak dua salinan cadangan buku besar harus ada.satu salinan disimpan dilokasi perusahaan satunya disimpan diluar perusahaan.
F.   Empat dasar aktifitas dalam buku besar
1.  Perbarui Buku Besar
2. Memasukan Ayat Jurnal Penyesuaian
3. Membuat laporan keuangan
4. Membuat Laporan Manajerial


G. implementasi pada PT rayas pada aktifitas buku besar adalah sebagai berikut:

1. Perbarui Buku Besar

Pada aktifitas pembaruan buku besar dilakukan oleh bagian accounting, karna pada PT. rayas divisi keuangan hanya diisi satu orang accounting seluruh transaksi dijurnal dan diposting ke dalam buku besar oleh bagian accounting, namun untuk pencatatan karna sudah menggunakan bantuan software akuntansi maka apda bagian posting  buku besar pada setiap transaksi harian tidak perlu lagi dilakaukan karna alur kerja yang dilaksankan hanya perlu melakukan penjurnalan transaksi maka otomatis transaski harian dari jurnal tersebut sudah terposting otomatis dalam masing-masing akun yang telah di klasifikasikan dari setiap transaksi. alur kerja yang harus dilakukan dengan bantuan software tersebut bagian accounting  hanya  perlu  msuk  dalam  menu  cash  in  bank,  terdapat  pengeluaran  dan

penerimaan uang, dari situlah setiap hari pembaruan buku besar untuk selalu transaski sudah ter record bersama dengan jurnal.

2. Memasukan Ayat Jurnal Penyesuain

Kejadian dilakukan ayat jurnal penyesuaian biasanya terjadi pada akhir bulan atau akhir tahun untuk melihat pengeluaran yang sudah benar-benar terjadi dan pendapatan yang benar sudah diterima serta kegiatan pada penyesuain penyusutan atau amortisasi aktiva. pada PT rayas proses melakukan ayat jurnal penyesuaian cukup dengan menlakukan periode end pada software maka otomatis untuk penyesuaiaan jumlah depresiasi atau amortisasi pada bukan bersangkutan sudah terjunal dan terposting dalam akun buku besar dan karna PT rayas merupakan PT yang bergerak dibidang importir mesin maka otomatis ada transaksi yang berhubungan dengan mata uang asing, maka terdapat keuntungan atau kerugian kurs didalam nya, untuk itu dalam proses perioed end seluruh selisih setiap akhir bulannya sudah terakumulasi, namun beda hal nya untuk menjurnal pendapatan atau beban yang benar-benar telah terjadi pada pengakuan pendapatan atau beban yang terjadi penyesuaian ini biasanya untuk pencatatan akrual basic, karna PT rayas pun menggunakan sistem akrual maka otomatis pada akhir tahun biasanya ada  beban atau pendapatan yang  harus disesuaikan, maka dibuat lah jurnal umum dan kemudian angka tersebut akan otomatis terposting dalam buku besar masing-masing akun

3. Membuat laporan keuangan

Karena adanya sebuah software akuntansi, pekerjaaan membuat laporan menjadi lebih mudah, karna dari inputan jurnal maka otomatis sebuah laporan keuangan siap untuk disajikan, laporan dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan, laporan utama yang tersedia adalah laporann laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan posisi keuangan dan laporan arus kas.

4. Membuat Laporan Manajerial

Bagian  accounting  membuat  laporan    untuk  mengawasi  dan  mengontrol apakah angka  pada inputan tersebut sudah benar dengan data pendukung lain yang dimiliki, data pendukung lain itu dapat berisi (invoice, voucher, Memo) . Laporan tersebut digunakan untuk memverifikasi akurasi proses input ke buku besar, misal pada laporan laba rugi pada akun penjualan untuk  mengecek  benar  atau tidak nya  jumlah  maka di kroscek  melalui jumlah pada faktur pajak dan invoice yang sudah dikeluarkan.   Laporan manajerial juga berisi   laporan-laporan   lain   yang   berkenaan  dengan  penjualan  detail   masing-masing customer, analisis  penjualan dan detail pembelian.

Sumber :


2018 jam 21:33 WIB)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar